Sabtu, 25 Juli 2009

N E T W O R K I N G

seorang sahabat baru saja bercerita kepada saya mengenai rekan kantornya beda department tetapi satu holding company, dimana rekannya tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis : menggantung dirinya. Orang tersebut mengambil jalan pintas karena diduga depresi berat setelah departmentnya ditutup dan terkena PHK.

Seorang sahabat juga pernah bercerita kepada saya mengenai pengalaman pribadinya, bagaimana karirnya yang sudah sangat mapan disebuah perusahaan kredit barang-barang elektronik terkenal yang kemudian memutuskan untuk membuat usaha sejenis karena mendapat sokongan dari temannya, tetapi apa lacur ternyata usaha yang sebelumnya dijanjikan sokongan tersebut ternyata tidak mendapat bantuan dari pihak bank, sementara sahabat ini sudah terlanjur mengundurkan diri.

Seorang sahabat juga pernah curhat kepada saya tentang bagaimana dia difitnah oleh rekan kantornya sehingga dia harus menandatangani surat pengunduran diri dan hanya mendapat pesangon satu bulan gaji saja. Bagaimana sahabat ini selama beberapa hari tidak berani menceritakan keadaannya kepada istrinya dan setiap hari dia tetap pergi seolah-olah kekantor padahal akhirnya seharian berdiam diri di masjid Istiqlal.

Seorang sahabat yang lain juga bercerita kepada saya bagaimana dia ditipu oleh bawahannya sehingga usahanya nyaris mengalami kebangkrutan, dan terpaksa harus menutup 2 (dua) dari 4 (empat) kantor cabangnya dan saat ini sedang bergiat lagi untuk memulai usahanya tersebut dengan merangkak dari bawah lagi.

Dari 4 (empat) cerita diatas, jika diambil garis besar penyelesaiannya terdapat beberapa hal, salah satunya adalah networking. Kita sebagai manusia memerlukan networking atau dengan kata lain jejaring sosial. Pertolongan yang timbul sebagian besar dengan memanfaatkan networking atau jejaring sosial tersebut. Tanpa networking maka jalan pintas mengakhiri hidup (seperti cerita pertama) adalah pilihan utama karena dirinya sudah merasa ‘habis’ hidupnya dengan di PHK, sementara umur sudah melewati ambang penerimaan karyawan baru dan tanpa networking dia merasa ‘sendirian’ ditengah penderitaannya. Sedangkan sahabat pada cerita ke 2 (dua) saat ini Alhamdulillah sudah merasakan omzet dihitungan Milyar karena dia berhasil memanfaatkan networkingnya, jadi ketika sokongan dari pihak bank hanya isapan jempol belaka, sahabat ini memanfaatkan networkingnya pada beberapa vendor merk terkenal laptop dan menjalankan usaha kredit di bidang laptop. Dan dengan bersusah payah sahabat ini akhirnya berhasil saat ini. Sementara sahabat pada cerita ke 3 (tiga) menceritakan pada saya bahwa selama beberapa hari berkantor di masjid Istiqlal, akhirnya dia teringat akan beberapa teman-temannya yang kemudian dihubunginya satu persatu dan Alhamdulillah saat ini sahabat tersebut dipercaya untuk menjadi pimpinan cabang di tempatnya bekerja. Dan cerita sahabat ke 4 (empat) ketika usahanya mengalami kebangkrutan karena ditipu bawahannya, hal pertama yang dilakukannya adalah mengambil kembali kepercayaan customernya yang notabene adalah networkingnya. Sehingga sampai saat ini perusahaannya masih tetap berjalan dan saat ini telah mulai membuka kembali kantor cabang yang tadinya terpaksa ditutup sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa networking merupakan salah satu asset kita dalam menjalani hidup ini. Jangan pernah memandang rendah seseorang hanya karena status sosialnya karena kita tidak pernah tahu jika suatu saat orang tersebutlah yang akan bersedia menolong kita karena merupakan networking kita. Bagi saya sendiri, networking harus dibangun tidak hanya pada ruang lingkup kita saja tetapi pada semua strata sosial maupun ruang lingkup yang sama sekali berbeda dengan kita. Oleh karena itu marilah kita memulai memperkenalkan diri jika berada dalam suatu pertemuan atau perkumpulan, jangan pernah sungkan atau ragu untuk memulai menyapa, ikutilah berbagai perkumpulan mulai dari perkumpulan di kampung, pengajian, gereja, olahraga, dan sebagainya. Karena dengan memulai memberanikan diri menyapa atau memperkenalkan diri terlebih dahulu menjadikan kita pribadi yang akan di ingat oleh orang lain yang tentunya juga berdampak bagi networking kita.

Saat ini terdapat banyak kemudahan dalam ber networking ria, sebuta saja : mailing list, friendster, facebook, twitter, multiply, dan lain sebagainya. Maka manfaatkanlah jejaring sosial online tersebut sebaik-baiknya.

selamat ber-networking.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hello... hapi blogging... have a nice day! just visiting here....