Sabtu, 04 Juli 2009

SERAKAH

Salah satu sifat dasar yang ada pada manusia adalah SERAKAH. Sifat dasar ini jika dikelola dengan baik tentunya akan berbuah suatu hal yang positif. Tetapi sayangnya kita (termasuk saya) kadangkala lupa ketika kita sudah dibelenggu oleh sifat serakah ini. Serakah menimbulkan korupsi yang terjadi dimana-mana, serakah menjadikan pungli sebagai sesuatu yang wajar, bahkan serakah membuat seorang penjudi yang telah menang dalam 10 (sepuluh) kali putaran kemudian habis-bis pada putaran ke 11 (sebelas).

Banyak alasan untuk menjadikan seseorang serakah, tetapi paling tidak ada 3 (tiga) penyebab utamanya.

Pertama : KETAKUTAN. Kita senantiasa dihinggapi rasa takut, takut tidak bisa makan, takut miskin, takut tidak punya uang, takut dianggap tidak mampu. Pada dasarnya ketakutan adalah hal yang wajar, yang berbahaya adalah ketika suatu ketakutan akan kebendaan dan uang dianggap sebagai suatu gaya hidup yang akhirnya menajdi sindrome akut di masyarakat kita. Hal inilah yang membuat kita selalu menginginkan sesuatu yang lebih banyak, yang mengakibatkan kita berbuat diluar batas kewajaran kita. Ketakutan inilah yang mengakar pada masyarakat kita sampai saat ini.

Kedua : PERMAKLUMAN, bahwa kita adalah makhluk manusia/fisik. Secara fisik kadang kita memaklumi jika kedapatan seorang PNS ngobyek (melakukan pekerjaan lain) ketika jam kantor. Kita maklum jika pengurusan suatu dokument di suatu instansi memerlukan uang ekstra. Kita kerap kali lupa bahwa sebagai makhluk manusia kita juga akan mengalami kematian dimana segala sesuatu yang telah kita kumpulkan (uang/harta) tidak akan kita bawa ke alam kubur kita kecuali amal soleh/derma yang kita bagikan ketika hidup. Sementara mempermudah urusan seseorang yang berkaitan dengan diri kita adalah suatu amal soleh/derma tersendiri.

Ketiga : TIDAK PERCAYA AKAN TUHAN. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk berTuhan, sejak kecil kita sudah dikenalkan pada agama kita masing-masing. Tetapi keyakinan kita terhadap Tuhan hanya sebatas tanda pengenal kita, ritual kita, kita ternyata tidak sungguh-sungguh yakin bahwa Tuhan dapat menjamin masa depan kita jika kita mau berusaha keras dalam hidup ini. Kita selalu menginginkan perubahan yang drastis dalam hidup ini dan ini menimbulkan keserakahan dalam diri kita. Yang mengakibatkan kita lebih percaya menghalalkan segala sesuatu untuk menghasilkan uang dengan cepat ketimbang percaya pada Tuhan.

Kutisari. 29.06.2009

Tidak ada komentar: