Kamis, 29 April 2010

RONGGOWARSITO


Raden Ngabehi Ronggowarsito merupakan pujangga besar terakhir tanah Jawa yang hidup ketika pemerintahan Kasunanan Surakarta. Beliau telah menghasilkan banyak tulisan Karya Sastra Jawa, antara lain ;
* Bambang Dwihastha : cariyos Ringgit Purwa
* Bausastra Kawi atau Kamus Kawi – Jawa, beserta C.F. Winter sr.
* Sajarah Pandhawa lan Korawa : miturut Mahabharata, beserta C.F. Winter sr.
* Sapta dharma
* Serat Aji Pamasa
* Serat Candrarini
* Serat Cemporet
* Serat Jaka Lodang
* Serat Jayengbaya
* Serat Kalatidha
* Serat Panitisastra
* Serat Pandji Jayeng Tilam
* Serat Paramasastra
* Serat Paramayoga
* Serat Pawarsakan
* Serat Pustaka Raja
* Suluk Saloka Jiwa
* Serat Wedaraga
* Serat Witaradya
* Sri Kresna Barata
* Wirid Hidayat Jati
* Wirid Ma'lumat Jati
* Serat Sabda Jati

tetapi salah satu karya sastranya yang dianggap mewakili jaman ini adalah yang berasal dari Serat Kalatida, yang terdiri atas 12 bait tembang Sinom :

amenangi jaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada.

yang terjemahannya sebagai berikut:

menyaksikan zaman gila,
serba susah dalam bertindak,
ikut gila tidak akan tahan,
tapi kalau tidak mengikuti (gila),
tidak akan mendapat bagian,
kelaparan pada akhirnya,
namun telah menjadi kehendak Allah,
sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

Syair tersebut diatas relevan dengan saat ini karena zaman ini dianggap sebagai zaman edan dimana banyak orang (terutama pejabat) yang suka mencari keuntungan pribadi tanpa memperdulikan nasib orang lain.

*belajarlah dari sejarah*

Tidak ada komentar: