Kamis, 29 April 2010

kolom sentilan : " PILKADA "


PILKADA

akhir-akhir ini dibanyak daerah di negeri ini sedang marak terjadi pergantian kepala daerah karena siklus 5 tahunan pemilihan sudah berakhir, baik itu pemilhan untuk gubernur+wakil, walikota+wakil, maupun bupati+wakil. Ada beberapa fenomena yang menarik dicermati, diantaranya : berbondong-bondongnya orang-orang untuk mencoba peruntungan tersebut termasuk dari kalangan selebritis-artis. Beberapa nama-nama politikus lokal akan mencoba merapat ke partai politik yang cukup punya nama, sementara beberapa partai politik kelas teri jengki justru akan merapat ke calon dari selebritis-artis. keduanya dengan tujuan yang sama : agar dikenal oleh masyarakat pemilih. Yang politikus lokal namanya akan dikenal karena hasil lobbynya berhasil mendapat dukungan partai besar sedangkan partai kelas teri jengki akan dikenal ketika mencalonkan selebritis-artis, apalagi jika yang dicalonkan selebritis wanita yang seronok. Belum lagi beberapa nama yang seakan rela ikutan pemilihan kepala daerah padahal dia sudah pernah menduduki jabatan kenegaraan yang cukup mentereng atau seorang kontestan yang rela untuk mengikuti pencalonan menjadi wakil walikota padahal saat ini dia adalah walikota dari kota yang sama. Dari sini sepertinya kita sudah bisa melihat kualitas seperti apa orang-orang atau partai-partai tersebut diatas jika kelak akhirnya mereka terpilih. Kita sebagai rakyat hendaknya makin cerdas dalam mensikapi hal-hal tersebut meskipun sebenarnya rakyat diberikan pelajaran pembodohan dengan maraknya hal-hal tersbut. Kembali kepada rakyat daerah tersebut, mau pintar atau bodoh? pilihan kepala daerah ditangan anda lho :)

surabaya, 29 april 2010


Tulisan yang idenya muncul tiba-tiba dan harus direalisasikan segera. Tulisan yang tidak perlu waktu banyak untuk membacanya tapi menarik untuk dikomentari.

Tidak ada komentar: