Kamis, 29 April 2010

kolom sentilan : " COWBOYS IN PARADISE "


COWBOYS IN PARADISE

Gigolo adalah hal yang dianggap fenomenal dinegeri ini dan berakibat film dokumenter berjudul 'cowboys in paradise' yang di upload di youtube karya amit virmani yang tinggal di singapore pun menjadi sangat terkenal secara tiba-tiba. Akibat dari beredarnya film dokumenter inipun sepanjang pantai Kuta-Bali di razia oleh pihak berwajib, para pejabat terkait mengeluarkan ungkapan penyesalan akan film ini bahkan ada yang mempertanyakan masalah perizinan pembuatan film ini. Disukai atau tidak, disadari secara sadar-sesadarnya atau tidak, praktek gigolo ini sudah ada sejak lama, tidak saja di Kuta-Bali, dikota-kota besar di Indonesia seperti : Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Jogja dan kota-kota lainnya pun terdapat praktek gigolo ini.Bukan saja di negara kita, di negara-negara lainnya, praktek gigolo inipun marak, apalagi di daerah wisata. Karena ada pangsa marketnya maka maraklah gigolo ini. Dalam hal ini rasanya (kembali) reaksi aparat maupun pejabat sangat berlebihan, ini sepertinya bahwa dinegeri kita tercinta ini para aparat hanya akan bertindak jika suatu hal sudah menjadi pergunjingan atau dengan kata lain jika nasinya sudah menjadi bubur. Sebetulnya jika nasi sudah menjadi bubur sekarang tinggal mau kita apakan buburnya, jadikanlah bubur ayam yang enak, jangan kemudian sudah menjadi bubur malah juru masaknya di salahkan :))

surabaya, 29 april 2010


Kolom Sentilan adalah : Tulisan yang idenya muncul tiba-tiba dan harus direalisasikan segera. Tulisan yang tidak perlu waktu banyak untuk membacanya tapi menarik untuk dikomentari.

kolom sentilan : " PILKADA "


PILKADA

akhir-akhir ini dibanyak daerah di negeri ini sedang marak terjadi pergantian kepala daerah karena siklus 5 tahunan pemilihan sudah berakhir, baik itu pemilhan untuk gubernur+wakil, walikota+wakil, maupun bupati+wakil. Ada beberapa fenomena yang menarik dicermati, diantaranya : berbondong-bondongnya orang-orang untuk mencoba peruntungan tersebut termasuk dari kalangan selebritis-artis. Beberapa nama-nama politikus lokal akan mencoba merapat ke partai politik yang cukup punya nama, sementara beberapa partai politik kelas teri jengki justru akan merapat ke calon dari selebritis-artis. keduanya dengan tujuan yang sama : agar dikenal oleh masyarakat pemilih. Yang politikus lokal namanya akan dikenal karena hasil lobbynya berhasil mendapat dukungan partai besar sedangkan partai kelas teri jengki akan dikenal ketika mencalonkan selebritis-artis, apalagi jika yang dicalonkan selebritis wanita yang seronok. Belum lagi beberapa nama yang seakan rela ikutan pemilihan kepala daerah padahal dia sudah pernah menduduki jabatan kenegaraan yang cukup mentereng atau seorang kontestan yang rela untuk mengikuti pencalonan menjadi wakil walikota padahal saat ini dia adalah walikota dari kota yang sama. Dari sini sepertinya kita sudah bisa melihat kualitas seperti apa orang-orang atau partai-partai tersebut diatas jika kelak akhirnya mereka terpilih. Kita sebagai rakyat hendaknya makin cerdas dalam mensikapi hal-hal tersebut meskipun sebenarnya rakyat diberikan pelajaran pembodohan dengan maraknya hal-hal tersbut. Kembali kepada rakyat daerah tersebut, mau pintar atau bodoh? pilihan kepala daerah ditangan anda lho :)

surabaya, 29 april 2010


Tulisan yang idenya muncul tiba-tiba dan harus direalisasikan segera. Tulisan yang tidak perlu waktu banyak untuk membacanya tapi menarik untuk dikomentari.

kolom sentilan : " TENAGA KERJA ASING DI INDONESIA "



TENAGA KERJA ASING DI INDONESIA
kerusuhan yang pecah di PT Drydocks Batam adalah akibat ketika seorang tenaga kerja asing asal india melontarkan kata-kata yang menyinggung rasa nasionalisme kita. Dan ketika Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) turun ke lapangan menemukan bahwa penggunaan tenaga kerja asing di perusahaan tersebut dianggap berlebihan dimana sampai level supervisor saja juga memakai tenaga kerja asing, belum lagi urusan penggajian yang sangat terlihat kesenjangannya antara tenaga lokal dengan tenaga kerja asing untuk posisi yang sama. Dampak selanjutnya adalah UU NO 12 2003 tentang ketenaga kerjaan dianggap perlu untuk direvisi (menurut Ketua Kelompok Kerja Ketenaga Kerjaan - Komisi IX), terutama untuk soal banyaknya tenaga asing yang boleh dimiliki oleh suatu perusahaan serta ketentuan gaji. Suka atau tidak suka bagi kita-kita yang bekerja di perusahaan multinasional akan merasa 'iri' dengan perbedaan ketentuan gaji serta fasilitas antara pekerja lokal dengan pekerja asing untuk jabatan serta tanggung jawab yang sama. Rasanya pemerintah selalu terlambat dalam mengambil suatu keputusan, ketika suatu masalah 'meledak' baru kemudian ditarik kebelakang untuk direvisi atau diperbaiki dengan ditambah yang dianggap kurang, kenapa pemerintah tidak bisa membuat suatu peraturan yang bisa bertahan lama? Long Lasting kalo kata iklan sebuah battery :)

surabaya, 28 january 2010


KOLOM SENTILAN adalah : Tulisan yang idenya muncul tiba-tiba dan harus direalisasikan segera. Tulisan yang tidak perlu waktu banyak untuk membacanya tapi menarik untuk dikomentari.

kolom sentilan : "RUTAN KHUSUS KORUPTOR"


untuk sementara judul diatas akan dijadikan tempat untuk menampung tulisan-tulisan singkat. Tulisan yang idenya muncul tiba-tiba dan harus direalisasikan segera. Tulisan yang tidak perlu waktu banyak untuk membacanya tapi menarik untuk dikomentari.

RUTAN KHUSUS KORUPTOR

memang 'menyenangkan' bisa menjadi seorang koruptor di negeri ini, betapa tidak karena kemarin 27 April 2010, Pemerintah melalui MENKUM & HAM - Patrialis Akbar meresmikan Rumah Tahanan Negara Klas I khusus tindak pidana korupsi di Lapas Cipinang, Jakarta. Dan ini merupakan RUTAN khusus bagi koruptor di Indonesia dengan rencana bangunan 3 lantai. Kita boleh berprasangka bahwa di rutan ini fasilitas bagi para narapidananya pasti sangat berbeda-lha wong isinya koruptor yang udah maling duitnya rakyat negara ini, masak iya kita bisa percaya rutan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan perlakuan dan fasilitas khusus bagi para tahanan korupsi, seperti ungkapan Patrialis Akbar(MENKUM&HAM) : " Yah, paling dikasih sebuah TV, itu juga buat rame-rame biar mereka tidak terisolasi." bagaimana menurut anda?

surabaya, 28 january 2010

KTIKA TIDAK BISA TERPEJAM

Apa yang akan kita lakukan ketika kita tidak bisa memejamkan mata alias tidak bisa tidur di malam hari? Jawabannya bisa bermacam-macam, bisa nonton tv, memutar cakram dvd, mendengarkan musik, membaca buku, browsing internet, baca status temen-temen di fb, dan sebagainya.

Tetapi pernahkan kita mencoba untuk sejenak ‘berhenti sebentar’ tanpa melakukan apa-apa ketika pada malam hari atau dini hari tidak dapat memejamkan mata? Cobalah untuk melakukan hal tersebut karena yang terjadi padaku seringkali adalah kelebatan kejadian-kejadian pada hari ini bahkan beberapa hari lalu, kadangkala malah ‘bisa’ merasakan apa yang akan terjadi pada diri kita atau orang-orang terdekat kita.

Karena kadangkala Gusti Allah akan menunjukkan jalanNYA kepada kita umatnya dengan berbagai cara sepanjang kita mempercayaiNYA. Kepercayaan sendiri ibarat sebuah sugesti pada diri kita, dimana sugesti tersebut dapat menjadi ‘ajian pamungkas’ kita dalam menghadapi hidup ini karena sugesti tersebut adalah sebuah keyakinan. Ketika seseorang disugestikan dapat berjalan melewati bara api tanpa rasa sakit maka orang tersebut tidak akan merasakan apapun ketika berjalan melewati bara api, ketika seseorang di vonis oleh dokter menderita suatu penyakit kronis (jantung atau kanker dan dinyatakan bahwa umurnya tidak panjang lagi) maka dalam sekejap orang tersebut akan mengalami penurunan kesehatan yang drastis dan berakibat kematian.

Kembali ke persoalan tidak bisa tidur, cobalah untuk ‘berhenti sebentar’ dan merenung, niscaya-Insya Allah kita akan dapat mensyukuri hidup yang kita jalani ini dan kita dapat menambah sugesti kita dalam menghadapi persoalan apapun juga. Karena tidak ada persoalan yang tidak ada jalan keluarnya seperti halnya tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya (kecuali penyakit kematian). Apapun kepercayaan yang kita anut dan yakini, cobalah untuk melewati tengah malam dengan mata belum terpejam dan dengarkan-rasakan sekeliling kita-ikuti pikiran kita atau jika kita tipikal orang yang gampang tidur maka cobalah untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri untuk merenung pada suatu saat dan rasakan kedahsyatan Sang Maha Pencipta.

surabaya 10 maret dinihari

SOE HOK GIE yang aku tahu


Tadinya judul yang akan kubuat adalah Soe Hok Gie yang aku kenal tetapi rasanya kok mengada-ada secara Hok Gie telah meninggal jauh sebelum aku dilahirkan. Maka jadilah Soe Hok Gie yang aku tahu menjadi lebih terasa enak buatku.

‘perkenalan’ ku dengan sosok Hok Gie sekitar tahun 1996 tidak lama setelah aku keluar dari penjara ketika seorang sahabat meminjami ku buku Catatan Seorang Demonstran (CSD), saat itu aku sama sekali tidak tahu siapa sosok Hok Gie (yang menurutku sangat wajar karena aku dibesarkan di era 80-90an). Yang aku ingat, pertama membuka buku tersebut adalah melihat sudah cetakan keberapa buku terbitan LP3ES tsersebut dan ketika itu kalau tidak salah sudah cetakan yang kesekian belas yang berarti bahwa buku ini laris manis seperti kacang rebus.

Baru sejak itu buku demi buku tentang Hok Gie aku cari, beli, dan baca. Sosok Hok Gie adalah sosok yang luar biasa bagiku, seorang nasionalis tulen walaupun keturunan Tionghoa. Rasanya aku belum menemukan sosok seperti dia sebelumnya dan hal tersebut membuatku ‘merasa iri’ dan menertawakan diriku sendiri ; “kemana aja lo disaat seumuran Hok Gie.” Ketika Hok Gie masih belasan tahun mungkin dia sudah membaca romeo & yuliet sementara aku berkutat dengan lima sekawan-enid blyton atau tiga sekawan-alfred hitchock, ketika Hok Gie menulis buku hariannya diumur 15 tahun yang berisi tumpahan kekesalannya karena nilainya dikurangin 3 pada pelajaran sejarah sementara seusianya aku malah belum pernah menulis buku harian.

Bagi orang-orang yang merasa terusik oleh tulisan-tulisannya serta kegiatannya menjadi ketika mahasiswa FSUI era 60-an, sosok Hok Gie akan dianggap pemberontak dan tukang bikin onar, tetapi menurutku sosok Hok Gie adalah sosok yang jujur melihat keadaan sekitarnya dengan apa adanya. Tulisan-tulisannya dibeberapa media ketika itu seperti kompas, sinar harapan, indonesia raya sangat-sangat kritis, tajam, berani, dan lugas. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan demonstrasinya terhadap pemerintahan Soekarno ketika itu. Tetapi dibalik semua itu, Hok Gie sebenarnya sosok yang suka merenung dimana hal ini ditunjukkan dengan kesenangannya mendaki gunung yang kemudian mengantarkan ajalnya di puncak Semeru pada 16 desember 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27 tahun.

Seingatku, buku Catatan Seorang Demonstran yang merupakan buku harian Hok Gie sempat menjadi ‘bacaan wajib’ para mahasiswa ketika berlangsung era reformasi yang menumbangkan rezim Soeharto. Hanya saja kemudian tidak ada yang bisa sekaliber Hok Gie. Apa yang terjadi kemudian setelah era reformasi adalah hal yang sama di rasakan oleh Hok Gie, ketika rekan-rekan mahasiswa perjuangannya menumbangkan Soekarno dan kemudian berada dilingkup pemerintahan Soeharto, maka para mantan mahasiswa tersebut seolah lupa dengan perjuangan mereka untuk rakyat banyak dan terlena oleh kekuasaan yang mereka nikmati. Sampai kemudian Hok Gie beserta teman-temannya mengirimkan ‘paket’ berisi bedak, gincu, cermin,jarum, benang untuk para 13 perwakilan mahasiswa yang berada di DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong) disertai sebuah surat yang intinya ungkapan sindiran terhadap perwakilan mahasiswa di DPR-GR tersebut.
“Yang Terhormat, kami mahasiswa universitas di Jakarta, dengan penuh rasa hormat bersama ini kirimkan kepada anda, “perwakilan mahasiswa” di DPR-GR. Paket Lebaran dan Natal. Dalam suasana Lebaran dan Natal ini kami menghormati perjuangn yang telah kalian lakukan selama bertahun-tahun dilembaga ‘perwakilan’ rakyat ini. Kondisi demokrasi Indonesia dan rule of The Law saat ini jelas merupakan hasil dari perjuan kalian semua, mahasiswa yang tak kenal ampun dan tak terkalahkan, yang tidak kenal menyerah, dan tidak kenal kompromi dengan apa yang benar! Bersama surat ini kami kirimkan kepada anda, saudara kami yang terhormat, yang dapat membuat diri kalian lebih menarik dimata penguasa dan rekan-rekan sejawat anda di DPR-GR. Bekerjalah dengan baik, Hidup Orde Baru! Nikmatilah kursi anda tidurlah nenyak!”

Secara pribadi aku sangat setuju dengan Hok Gie mengenai belajarlah pada sejarah, karena dengan mengetahui sejarah kita tentunya kita akan melangkah lebih hati-hati demi kemajuan bangsa Indonesia ini. Karena seperti kata pepatah ‘pengalaman adalah sebuah guru yang baik’ dan bukankah pengalaman itu sendiri adalah sebuah sejarah ? Tulisan-tulisan Hok Gie masih relevan untuk dibaca dan dijadikan pembelajaran bagi kita semua terutama generasi muda saat ini. Tulisan-tulisannya layak untuk direnungi lagi. Hanya saja aku yakin tidak banyak dari generasi saat ini yang mengetahui sosok Soe Hok Gie. Sosok yang menganggap dengan mendaki gunung maka seseorang baru akan dapat lebih mencintai negerinya dan mengetahui kehidupan ‘rakyat sebenarnya’ di pedesaaan dan pegunungan karena akan saling berinteraksi.

Sudah lebih dari 40 tahun sejak kematiannya tetapi pada banyak orang (termasuk aku) yang mengetahui sosoknya, maka Soe Hok Gie adalah sebuah legenda. Semoga tulisan-tulisan Hok Gie dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita semua dan generasi selanjutnya.

Surabaya 14 february 2010 tulisan ini dibuat setelah membaca : SOE HOK-GIE..sekali lagi cetakan ke dua January 2010

RONGGOWARSITO


Raden Ngabehi Ronggowarsito merupakan pujangga besar terakhir tanah Jawa yang hidup ketika pemerintahan Kasunanan Surakarta. Beliau telah menghasilkan banyak tulisan Karya Sastra Jawa, antara lain ;
* Bambang Dwihastha : cariyos Ringgit Purwa
* Bausastra Kawi atau Kamus Kawi – Jawa, beserta C.F. Winter sr.
* Sajarah Pandhawa lan Korawa : miturut Mahabharata, beserta C.F. Winter sr.
* Sapta dharma
* Serat Aji Pamasa
* Serat Candrarini
* Serat Cemporet
* Serat Jaka Lodang
* Serat Jayengbaya
* Serat Kalatidha
* Serat Panitisastra
* Serat Pandji Jayeng Tilam
* Serat Paramasastra
* Serat Paramayoga
* Serat Pawarsakan
* Serat Pustaka Raja
* Suluk Saloka Jiwa
* Serat Wedaraga
* Serat Witaradya
* Sri Kresna Barata
* Wirid Hidayat Jati
* Wirid Ma'lumat Jati
* Serat Sabda Jati

tetapi salah satu karya sastranya yang dianggap mewakili jaman ini adalah yang berasal dari Serat Kalatida, yang terdiri atas 12 bait tembang Sinom :

amenangi jaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada.

yang terjemahannya sebagai berikut:

menyaksikan zaman gila,
serba susah dalam bertindak,
ikut gila tidak akan tahan,
tapi kalau tidak mengikuti (gila),
tidak akan mendapat bagian,
kelaparan pada akhirnya,
namun telah menjadi kehendak Allah,
sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

Syair tersebut diatas relevan dengan saat ini karena zaman ini dianggap sebagai zaman edan dimana banyak orang (terutama pejabat) yang suka mencari keuntungan pribadi tanpa memperdulikan nasib orang lain.

*belajarlah dari sejarah*